Perbedaan listrik Prabayar dengan Pascabayar

Perbedaan ini saya ambil dari pengalaman saya.
Ketika memakai listrik Pascabayar lalu pindah ke Prabayar.
Ceritanya pindah, karena saya pindah rumah.
Rumah yang lama di tempati adik saya, dan saya di rumah yang baru.
Daya meteran listrik Prabayar dan Pascabayar sama, 1300.
Ketika awal memakai listrik Prabayar, dapat banyak masalah.

  1. Perbedaan pertama.
    Semua Instalasi listrik saya pasang sendiri dengan gaya sok pintar gitu, haha…
    Lalu saya sambungkan kabel dari meteran listrik ke lampu-lampu.
    Gara-gara sambungan itu, lalu muncul tulisan PERIKSA dari meteranya, listrik langsung mati.
    Awalnya bingung karena gak tau yang salah, lalu telfon aja 123, 5 jam kemudian petugas datang, di reset meteranya, lalu listrik nyala, petugas langsung balik, 10 menitan setelah petugas balik ke kantornya, listrik mati lagi, muncul lagi tulisan Periksa, mau telfon lagi gak enak, takut ganggu atau mempermainkan, trus panggil aja temenku yang ngerti instalasi listrik.
    Di cek ma doi sambungan kabelnya, katanya sambungan dari meteran ke kabel lampu-lampu salah, salahnya pada sambungan ground, negatif, positif, tu yang saya gak ngerti.
    Karena waktu nyambung kabel cuma pake alat seadanya, awalnya meteran saya jeglekin.
    Alatnya cuma plester (buat mlester sambungan), gunting (buat motong kabel), dan korek (buat ngupas kulit kabel).
    Cuma 3 alat itu, maklum ndan karena saya tidak pernah kerja di PLN atau sekolah kelistrikan, semua instalasi saya contoin dari instalasi rumah yang lama.
    Setelah di perbaiki sama teman saya, doi telpon ke kantor cabang, minta kode reset meteran sama petugasnya, jadi gak telfon ke 123, tapi ke kantor cabang.
    Setelah reset meteran, sampai sekarang aman dah.
    Pas pake listrik Pascabayar tidak pernah ngalami masalah seperti itu, paling jika sambungan kabel ada yang salah, meteran listrik njeglek.
    Jadi pastikan jika memakai listrik prabayar, instalasi gak ada yang salah, jika tidak mau muncul tulisan PERIKSA di meteran.
  2. Perbedaan kedua, hematnya.
    Pas saya pake listrik Pascabayar, lebih hemat daripada Prabayar, padahal pemakaian sama.
    Pas pakai Pascabayar dan Prabayar ada Kulkas, Rice Cooker, TV, Komputer, dan lampu.
    Biaya di Listrik Pascabayar perbulan maximal 75 ribu, tapi jika listrik Prabayar minimal per bulan 90 ribu.
    Gak tau juga yang salah yang mana, padahal pemakaian di listrik prabayar dan pascabayar sama.
  3. Perbedaan ke tiga.
    Jika listrik Pascabayar, tiap sebulan sekali selalu di cek sama petugasnya, jika di Prabayar tidak.
  4. Perbedaan keempat.
    Jika listrik Pascabayar tidak membayar atau telat membayar listrik, saluran listrik di putus sama PLN dan kena denda.
    Tapi jika Prabayar, gak di putus sambunganya, cuma listrik mati, kagak ada aliran listrik dan denda.
  5. Perbedaan kelima
    Jika Listrik Pascabayar, bayar listrik di tempat yang di tentuin, bisa kantor cabang, bank-bank tertentu, Mobile Banking, tapi jika listrik Prabayar, token listrik bisa didapetin dari counter tertentu, toko jualan elektronik, Mobile Banking, di warung deket rumahku juga jualan token listrik.
    intinya tempat membeli token listrik prabayar lebih banyak daripada pascabayar.
    Jadi lebih mudah dapatin listriknya.
  6. Perbedaan Pemakaian.
    Jika memakai listrik prabayar, pemakaian bisa di kontrol, dengan cara melihat meteran listriknya, sedangkan jika di pascabayar, ngecek pemakaian cuma bisa sebulan sekali.

Perbedaan yang saya tau sampai sekarang cuma itu, jika di keesokan hari nemui masalah lain, akan di update lagi tulisan ini.
Atau mungkin perbedaan akan di koreksi atau di tambain sama pembaca lewat komentar.
Tulisan di atas cuma saya ambil dari pengalaman pribadi.